Category: Pesantren

  • Kader Pesantren UNUJA Pimpin IMMIPSI Pusat, Bawa Semangat Perubahan dari Pesantren ke Tingkat Nasional

    Kader Pesantren UNUJA Pimpin IMMIPSI Pusat, Bawa Semangat Perubahan dari Pesantren ke Tingkat Nasional

    Surakarta, 31 Agustus 2025 – Kabar membanggakan datang dari dunia pesantren. Moh. Rofik, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) sekaligus tenaga pendidik di Pondok Pesantren Abdi Marier, Sumberanyar, Paiton, resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan dan Administrasi Pendidikan Islam Seluruh Indonesia (IMMIPSI) Pusat periode 2025–2027.
    Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI IMMIPSI yang diselenggarakan di UIN Raden Mas Said Surakarta, Jawa Tengah, pada Jumat dini hari, 31 Agustus 2025. Proses pemilihan berjalan secara resmi dan penuh dinamika, diikuti oleh delegasi IMMIPSI dari berbagai wilayah Indonesia.
    Meski sempat muncul beberapa nama sebagai bakal calon ketua, hanya Moh. Rofik yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administratif dan prosedural. Dengan demikian, ia ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua IMMIPSI Pusat, disaksikan langsung oleh seluruh peserta Munas.
    Lebih dari sekadar kemenangan pribadi, terpilihnya Moh. Rofik menjadi simbol keberhasilan kader pesantren yang mampu bersaing di tingkat nasional. IMMIPSI Wilayah 3 Jawa Timur, tempat Rofik aktif berorganisasi sebelumnya, menjadi salah satu pendorong utama kemenangan ini.
    Setiap daerah dari berbagai wilayah yang hadir dalam Munas membawa semangat dan strategi masing-masing dalam menghadapi dinamika persidangan, termasuk dalam hal tata tertib dan proses pemilihan. Tak jarang terjadi gesekan dan ketegangan antar peserta sebagai bentuk nyata dari “peperangan sengat” yang menggambarkan betapa seriusnya perjuangan kader dari tiap wilayah untuk memajukan perwakilannya sebagai Ketua IMMIPSI Pusat.
    Namun demikian, IMMIPSI Wilayah III Jawa Timur tetap menunjukkan kekokohan solidaritas dan kekompakan antarkadernya. Konsolidasi yang kuat serta komunikasi yang terjaga menjadikan Wilayah III Jatim sebagai salah satu wilayah yang paling solid dalam Munas kali ini. Hasilnya, salah satu kader terbaiknya, Moh. Rofik, berhasil menembus ketatnya pertarungan dan resmi mengemban amanah sebagai Ketua IMMIPSI Pusat periode 2025–2027.

    setelah terpilih sebagai Ketua IMMIPSI Pusat, Moh. Rofik menyampaikan pesan motivasi pada rekan-rekan mahasiswa pesantren.
    “Jangan pernah berputus asa untuk menggapai apa yang kita inginkan. Jatuh mari kita bangkit lagi. Bukan karena kita gagal bilamana kita jatuh, mungkin karena masih belum waktunya. Mari kita bersama-sama untuk menggapai mimpi yang lebih besar lagi,” ungkapnya penuh semangat.
    Kepercayaan besar yang diberikan kepadanya tidak lepas dari konsistensi dan kiprah aktifnya di dunia kependidikan dan organisasi kemahasiswaan. Dengan latar belakang pesantren yang kuat, Moh. Rofik diharapkan mampu membawa IMMIPSI ke arah yang lebih progresif, dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan.
    Terpilihnya kader pesantren sebagai Ketua IMMIPSI Pusat menjadi motivasi besar bagi santri dan mahasiswa pesantren di seluruh Indonesia. Bahwa dari pesantren, bisa lahir pemimpin nasional yang tak hanya paham agama, tetapi juga tangguh dalam organisasi dan visioner dalam pergerakan.

    Pewarta : Samsul Arifin
    Editor : Dofiri

  • PERKEMAHAN RABU–KAMIS MERIAHKAN HUT PRAMUKA KE-64 GUGUS DEPAN MI FATHANIA PROBOLINGGO

    PERKEMAHAN RABU–KAMIS MERIAHKAN HUT PRAMUKA KE-64 GUGUS DEPAN MI FATHANIA PROBOLINGGO

    MI Fathania, 13–14 Juli 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka ke-64, Gugus Depan MI Fathania menggelar Perkemahan Rabu–Kamis yang berlangsung pada 13–14 Juli 2025 di Halaman MI Fathania. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Pramuka Siaga dan Penggalang dengan penuh antusias.

    Acara dibuka secara resmi oleh Pengawas Madrasah Paiton, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan perkemahan ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta kerja sama antar anggota Pramuka.

     

    Selama dua hari satu malam, para peserta mengikuti berbagai kegiatan menarik dan edukatif, di antaranya: lomba keterampilan kepramukaan seperti baris-berbaris (PBB), tali-temali, penjelajahan atau scouting game di sekitar area perkemahan serta permainan tradisional.

    Malam hari menjadi puncak kemeriahan dengan penyalaan api unggun disertai pentas seni yang menampilkan kreativitas setiap regu. Sorak sorai, nyanyian, dan tepuk pramuka menggema, menambah semangat kebersamaan.

    Kegiatan ditutup dengan upacara penutupan yang berlangsung khidmat. Para peserta pulang dengan membawa pengalaman berharga, keterampilan baru, dan semangat yang diperbarui untuk terus mengamalkan Dasa Dharma Pramuka.

    Dengan suksesnya Perkemahan Rabu–Kamis ini, MI Fathania berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda yang berwawasan kebangsaan, berjiwa sosial, dan memiliki kecintaan pada alam.

    Penulis : Syaiful Rijal

  • PONDOK PESANTREN NURUL JADID ADAKAN SIMA’AN AL-QUR’AN 30 JUZ MENJELANG RAMADHAN

    PONDOK PESANTREN NURUL JADID ADAKAN SIMA’AN AL-QUR’AN 30 JUZ MENJELANG RAMADHAN

    Sebelum menyambut datangnya bulan Ramadhan, Pondok Pesantren Nurul Jadid Wilayah Zaid Bin Tsabit Putra menyempatkan gelar acara Sima’an Al-Qur’an 30 juz Bil Goib Wisuda Tahfidz, dengan senang hati para keluarga dan teman-teman Wabil Khusus Pengurus Daerah Tahfidzul Qur’an Saudara kita, Shahzada Muhammad Danish Bin Saiful sudah menyelesaikan setorannya 1-30 Juz.

    Sima’an berlangsung dimulai pada tanggal 26-28 februari 2025, hari rabu malam kamis tepatnya jam 19:30 Wib disima’ oleh pembina, pengurus, alumni dan peserta lainnya, acara tersebut berjalan dengan lancar, saudara Danis mampu menyelesaikan sima’an 1-30 juz tepat pada tanggal 28 Februari 2025 jam 11:00 WIB atau sebelum sholat Jum’at.

    Acara Sima’an kali ini dilaksanakan di Sumber Anyar Mlandingan situbondo dan ditutup dengan tausiyah Pemangku Wilayah Zaid bin Tsabit Putra, Gus Durri Roiq Najih Muhammad dan dihadiri oleh tokoh masyarakat dan tetangga sekitar, pesan yang disampaikan oleh belian bahwa semua nikmat yang diberikan Allah SWT harus kita syukuri dan semua lingkup kehidupan yang seperti sekarang semuanya ada dalam Al-Qur’an.

    Menghafal Alquran bukan sesuatu hal yang mudah untuk dijalani seperti halnya saudara kita, teman akrabnya memanggil Danish, dia memulai menghafal Alquran pada tahun 2020, tentu banyak tantangan yang dihadapi serta ujian yang harus dilalui, baru hari itu dapat menyelesaikan hafalannya membutuhkan tiga sampai empat tahun untuk memenuhi Sima’an 1-30 juz.

    Tujuan besar acara Sima’an Al-Qur’an 30 juz Bil Goib, kepala daerah Tahfidzul Qur’an, Ustadz Izzul Maromi menyampaikan bahwa sebagai bentuk dari syi’ar Al-Qur’an dan imtihan atau ujian pada peserta, bahkan syarat dapat dikatakan lancar 30 juz. “dan yang sangat mengharukan ketika sudah melakukan mushofahah, pesan orang tuanya, Danish merupakan satu-satunya anak yang menghafalkan dan menyelesaikan Al-Qur’an dalam satu keluarga.” pungkas Izzul Maromi

     

    Penulis : Samsul Arifin
    Editor : Dofiri
  • Perayaan Harlah NU Ke – 102 di Ponpes Nurul Jadid Dihadiri Gubernur Jatim Dan Tokoh Lintas Agama

    Perayaan Harlah NU Ke – 102 di Ponpes Nurul Jadid Dihadiri Gubernur Jatim Dan Tokoh Lintas Agama

    Santire.com, Probolinggo – Pada Jumat, 24/1/2025, Pondok Pesantren Nurul Jadid di Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, merayakan Hari Lahir Nahdlatul Ulama atau Harlah NU yang ke-102. menghadirkan ulama dan kader se-Jawa Timur serta dihadiri tokoh lintas agama sama.

    (Foto: Dok. Istimewa)

    KH Abdul Hamid Wahid, Kepala Ponpes Nurul Jadid, berdauh, dengan hadirnya tokoh lintas agama ini mengharap menjadi jembatan kebersamaan untuk melangkah lebih jauh ke depan.

    Haluan kali ini kita kenal gerakan Nahdlatul Tujjar (kebangkitan pedagang), yang menjadi cikal bakal berdirinya NU bersama Nahdlatul Wathan (kebangkitan kebangsaan) dan Taswirul Afkar (gerakan pemikiran).

    (Foto: Dok. https://www.wartabromo.com)

    Kiai Abdul Hamid bersyukur atas kepercayaan menjadi Shohibul bait, PWNU Jatim sudah memberikan kesempatan kepada Ponpes Nurul Jadid untuk penyelenggarakan harlah NU ke 102 sebagai tuan rumah, juga Rakerwil PWNU Jatim, mulai tadi pagi, dan Alhamdulillah sudah salesai.

    Pula tidak hanya menyambut peringatan harlah NU, Ponpes Nurul Jadid juga diberi kepercayaan untuk melaksanakan beberapa kegiatan, diantara kegiatan tersebut, Jatim Expo Pendidikan dan UMKM yang mulai sejak Senin 20 Januari 2025 di halaman Universitas Nurul Jadid atau Unuja Probolinggo.

    Antara lain Expo Pendidikan meliputi beberap perguruan tinggi di lingkungan NU, serta lembaga pendidikan menengah dari pesantren-pesantren NU di Jawa Timur.

    “Ada banyak mata rantai kegiatan selain produk Pendidikan dan UMKM, acara tersebut juga menggelar kegitan penting, seperti pelatihan bisnis (bussiness coaching), jaringan bisnis (bussiness channeling), seminar nasional dan lain-lain ” kata sosok wakil ketua PWNU Jatim.

    Tak kalah penting lagi acara tersebut, pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren, yang akan menjadi penunjang Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama atau PTNU.

    Pungkasnya Kepala Ponpes Nurul Jadid, Kiai Hamid, bahwa beliau sudah matur kepada Rois (PWNU Jatim) dan kepada ketua (PWNU Jatim), Expo ini bukan pesaing pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), tetapi penunjang dan akan berkolaborasi dan bersinergi ke depan,”.

    Aacara perayaan Harlah ke-102 NU di Ponpes Nurul Jadid, dihadiri sejumlah tokoh penting. Antara lain Wakil Ketua PBNU KH Zoelfa Musthofa; Wakil Rois PBNU, KH Anwar Iskandar; Rois PWNU Jatim, KH Anwar Mansyur; PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz; serta Ketua Umum Muslimat NU sekaligus Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Perawansa.

  • Public Examination oleh Excellent  Language (XL) Pondok Pesantren Nurul Jadid : Harapan Dan Masa Depannya

    Public Examination oleh Excellent Language (XL) Pondok Pesantren Nurul Jadid : Harapan Dan Masa Depannya

    Probolinggo-Public Examination, Ujian terbuka yang diselenggarakan oleh Excellent Language Wilayah Zaid Bin Tsabit Pon. Pes Nurul Jadid Paiton akan berlangsung seminggu ke depan, mulai dari tanggal 20 sampai 26 Desember 2024. Public Examination kali ini, menghadirkan acara yang lebih istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Salah satu yang membuat acara lebih meriah, sorak-sorak gembira yang dibawakan anak-anak Excellent Language (XL), baik setiap acara formal atau kegiatan-kegiatan seperti biasanya, dengan dipandu satu suara “IFTAH QOLIL” yang lain kompak menjawab “JOSS,” kalau “IFTAH KATSIR” dijawab “JOSS, JOSS, JOSS” dan masih banyak yel-yel favorit dari mereka.

    Dan tidak kalah meriahnya lagi ketika dua seorang MC, yang dibawakan oleh saudara Rafata Adinata dan Mohammad Rohman dengan memakai tiga bahasa, bahasa Indonesia, jawa dan madura, mereka bawakan acara memang lebih berbeda, seharusnya memakai bahasa Arab, Inggris dan mandarin. Namun mereka bawakan diluar bahasa tersebut.

    Mr. Iqbal, selaku Wakil Kepala Daerah Excellent Language (XL) Wilayah Zabitsa, mengungkapkan bahwa Public Examination ini tahun-tahun sebelumnya memang pernah diadakan.”Public Examination kali ini yang sangan meriah, dari pada tahun sebelumnya” jelasnya, Mr. Iqbal saat di tanya.

    Harapan Dan Masa Depan Excellent Language (XL)

    Meski berbagai inovasi yang digelar oleh pengurus Excellent Language (XL), upaya tersebut tidak lepas dari harapan dan masa depan Excellent Language (XL), utamanya cita-cita pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Al-Magfurlah, KH. Zaini Mun’im. Walaupun beliau tidak menuntut kepada santri-santrinya, menjadi kiayi.

    Dengan dituntutnya kurikulum yang ada di Wilayah Zaid Bin Tsabit, tentu banyak kebijakan-kebijakan yang diperbaharui, demi memaksimalkan program yang ada disetiap tingkatan, seperti pemangkasan target capaian peserta, biasanya satu tahun menjadi tiga bulan, serta terlaksanya kegiatan diniyah, disetiap daerah, menjadi tidak merata, adanya hanya daerah tertentu.

    Seperti yang disampaikan dalam motto Pondok Pesantren Nurul Jadid “Mondok untuk mengaji dan membina Akhlaqul karimah” bisa jadi, ini merupakan jargon yang tidak hanya di pondok pesantren Nurul Jadid, bahkan surau kecil atau lembaga di daerah pedalaman, apalagi lembaga-lembaga besar seperti diperkotan, harus memiliki jargon ini. Ilmu pengetahuan tuntutan untuk dikejar. Namun, jangan sampai meninggalkan moral dan adap peserta didik.

    Dan diantara tujuan diadakan Public Examination, Ujian terbuka, di daerah Excellent Language (XL). Pertama, agar mengetahui kemampuan setiap peserta. Kedua, bagi peserta dapat melanjutkan pada tingkat selanjutnya. Ketiga, melatih mental dalam mengerjakan soal, juga dapat mempersentasikan di depan teman-teman yang lain.

    Bahkan Ust. Samsul Arifin, Kelapa Diniyah meyampaikan, setiap usaha kita adalah nilai, dan nilai tertinggi di lingkungan pesantren yaitu keberkahan, walaupun banyak nilai-nilai yang lain, seperti nilai dalam belajar, ketabahan, usaha dan perjuangan. “Kata Socrates, kalau tidak diuji sesuatu yang tidak bernilai, ujian itu pasti, bernilai hanya orang-orang tertentu” pungkasnya Ust. Samsul. Acara ditutup oleh Ust. Rahmad, dengan pembacaan Do’a.

    Penulis : Kaifa_kafa